Aksesibilitas
Aksesibilitas Layar
Default

Sorong - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, AM Akbar Supratman, melakukan kunjungan kerja ke Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (26/6/2025). Kunjungan ini dalam rangka pelaksanaan program Sosialisasi Empat Pilar MPR RI sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di wilayah timur Indonesia.

Setibanya di Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, Akbar disambut langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Ahmad Nausrau, Bupati juga Walikota se-provinsi Papua Barat Daya, Anggota DPD RI Paul F Mayor, serta jajaran Forkopimda Kabupaten dan Provinsi.

Dalam sambutannya, Akbar menyampaikan apresiasi atas penyambutan yang hangat dari pemerintah daerah dan masyarakat Papua Barat Daya. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan hanya untuk menjalankan tugas konstitusional sebagai pimpinan MPR, tetapi juga untuk memastikan nilai-nilai kebangsaan dirasakan hingga ke pelosok negeri.

“Kami ingin mendengarkan langsung suara masyarakat Papua Barat Daya, agar semangat kebangsaan dan keadilan sosial bisa benar-benar dirasakan merata, termasuk di wilayah timur Indonesia,” ujar Akbar.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyatakan bahwa kunjungan pimpinan MPR RI ke wilayahnya merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap daerah otonomi baru yang sedang tumbuh.

“Kami menyambut baik kehadiran Pak Akbar Supratman. Semoga kunjungan ini bisa memperkuat sinergi pusat dan daerah, serta mempercepat pembangunan di Papua Barat Daya,” kata Elisa.

Selama kunjungan di Sorong, Pimpinan MPR RI termuda ini, dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda, di antaranya dialog kebangsaan, sosialisasi Empat Pilar MPR RI, pertemuan dengan tokoh agama dan adat, serta membuka Kejuaraan Daerah Tinju Amatir PFM Cup I.

"Papua Barat Daya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. MPR RI terus berkomitmen mengawal pemerataan pembangunan agar masyarakat di wilayah timur mendapatkan akses dan hak yang setara,” ujar anggota DPD RI asal Sulawesi Tengah ini.

Kunjungan ini juga diharapkan dapat memperkuat jalinan kebangsaan dan mempertegas komitmen lembaga negara dalam membangun Indonesia yang inklusif dan berkeadilan.