Aksesibilitas
βœ–
Aksesibilitas Layar
Default

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI), AM Akbar Supratman, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan di wilayah paling timur Indonesia.

"Papua Barat Daya adalah bagian penting dari Indonesia yang harus kita bangun bersama, tanpa meninggalkan siapa pun. Kunci suksesnya adalah kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan, baik di pusat maupun daerah,” ujar Akbar.

Hal ini dikatakan Akbar, dalam Kunjungan Kerjanya di Provinsi Papua Barat Daya, Selasa (24/6/2025).  Ia disambut Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Ahmad Nausrau, serta jajaran pejabat daerah, setibanya di Bandara DEO Sorong.

Lebih jauh, Akbar menekankan, membangun Papua Barat Daya tak cukup dengan pendekatan administratif semata. Keterlibatan tokoh adat, agama, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar pembangunan tepat sasaran dan mampu menjawab tantangan lokal.

Diungkapkan Akbar, kunjungan ke Provinsi Papua Barat Daya tersebut bukan sekadar agenda kerja tetapi menjadi momentum berdialog dan mendengar aspirasi. Menurutnya, banyak hal penting yang mengemuka dalam pertemuan yang nantinya akan disampaikan ke Pimpinan MPR RI.

"Selanjutnya masukan-masukan itu bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan nasional yang berpihak pada daerah," ucap Senator asal Sulawesi Tengah tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Elisa Kambu menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan MPR RI. Ia menilai ajakan untuk memperkuat sinergi lintas sektor sejalan dengan kebutuhan daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan.

β€œKami menyambut baik kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. Stabilitas keamanan yang kini mulai terjaga harus kita manfaatkan untuk mempercepat kemajuan Papua Barat Daya,” ujar Elisa.

Ia mengungkapkan, kondisi keamanan di sejumlah daerah yang sempat bergejolak kini telah membaik. β€œDua hari lalu kami mengunjungi Kisor, Kumurkek, dan Kamundan di Maybrat. Daerah tersebut kini aman dan masyarakat sudah kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Selain itu, Gubernur Elisa juga menyinggung pentingnya perlindungan kawasan Raja Ampat yang kini masuk dalam wilayah Papua Barat Daya. Menurutnya, kawasan konservasi laut kelas dunia itu harus dijaga demi keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang.

β€œRaja Ampat adalah karunia Tuhan yang bukan hanya milik Papua atau Indonesia, tetapi dunia. Kita harus menjaganya agar anak cucu kita tetap dapat menyaksikan keindahan ini,” ucapnya.

Kunjungan ini juga diisi dengan agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan dialog kebangsaan bersama masyarakat setempat.

Dalam dialog kebangsaan yang digelar, AM Akbar Supratman menekankan pentingnya memperkuat semangat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman Papua. β€œPapua Barat Daya harus menjadi contoh bahwa keberagaman adalah kekuatan. Kita harus berjalan bersama, membangun bersama, dan sejahtera bersama,” pungkasnya.